Al-Jatsiyah, ayat 30-37

Yakni mereka tidak diberi kesempatan untuk bertobat, melainkan langsung diazab tanpa diperiksa terlebih dahulu dan tanpa ditanyai, sebagaimana sebagian dari orang-orang mukmin dimasukkan ke dalam surga tanpa azab dan tanpa dihisab.

Setelah meyebutkan hukum-Nya terhadap orang-orang mukmin dan orang-orang kafir, lalu Allah Swt. berfirman:

{فَلِلَّهِ الْحَمْدُ رَبِّ السمواتِ وَرَبِّ الأرْضِ}

Maka bagi Allah-lah segala puji, Tuhan langit dan Tuhan bumi. (Al-Jatsiyah: 36)

Yaitu yang memiliki keduanya dan semua yang ada pada keduanya. Karena itulah disebutkan dalam firman berikutnya:

{رَبِّ الْعَالَمِينَ}

Tuhan semesta alam. (Al-Jatsiyah: 36)

**************

Adapun firman Allah Swt.:

{وَلَهُ الْكِبْرِيَاءُ فِي السمواتِ وَالأرْضِ}

Dan bagi-Nyalah keagungan di langit dan bumi. (Al-Jatsiyah: 37)

Mujahid mengatakan bahwa yang dimaksud dengan kibriya ialah kekuasaan. Yakni Dialah Yang Mahabesar, Yang Mahaagung, Yang segala sesuatu tunduk dan berhajat kepada-Nya.

Di dalam hadis sahih disebutkan:

“يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى الْعَظَمَةُ إِزَارِي وَالْكِبْرِيَاءُ رِدَائِي، فَمَنْ نَازَعَنِي وَاحِدًا مِنْهُمَا أَسْكَنْتُهُ نَارِي”.

Allah Swt. berfirman, “Kebesaran adalah (bagaikan) kain-Ku, Keagungan adalah (bagaikan) selendang-Ku. Maka barang siapa yang menyaingi-Ku dalam salah satu dari keduanya, niscaya Kutempatkan dia di dalam neraka-Ku.”

Imam Muslim meriwayatkan hadis ini melalui Al-A’masy, dari Abi Ishaq, dari Al-Agar alias Abu Muslim, dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id r.a, dari Rasulullah Saw. dengan lafaz yang semisal.

Firman Allah Swt.:

{وَهُوَ الْعَزِيزُ} أَيِ: الَّذِي لَا يُغَالَبُ وَلَا يُمَانَعُ {الْحَكِيمُ}

Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (Al-Jatsiyah: 37)

Yakni Mahaperkasa, tiada seorang pun yang dapat mengalahkan dan tiada pula yang dapat mencegah-Nya. Dan Dia Mahabijaksana dalam semua ucapan, perbuatan, syariat, dan takdir-Nya. Mahatinggi dan Mahasuci Allah; tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia.

آخِرُ تَفْسِيرِ سُورَةِ الْجَاثِيَةِ [وَلِلَّهِ الْحَمْدُ وَالْمِنَّةُ]

************************

Akhir juz 25

************************

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.