Sanad hadis cukup baik dan kuat, tetapi mereka tidak mengetengahkannya.
Ma’mar telah meriwayatkan dari Qatadah sehubungan dengan makna firman-Nya: Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya (Al-Isra: 13) Makna yang dimaksud ialah amal perbuatannya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat. (Al-Isra: 13) Artinya, Kami keluarkan amal perbuatan itu pada hari kiamat. (berupa) sebuah kitab yang dijumpainya dalam keadaan terbuka. (Al-Isra: 13) Ma’mar mengatakan bahwa Al-Hasan Al-Basri membaca firman-Nya: seorang duduk di sebelah kanan, dan yang lain duduk di sebelah kiri. (Qaf: 17) Hai manusia, Aku telah mempersiapkan bagimu kitab amal perbuatanmu; dan telah ditugaskan kepadamu dua malaikat yang mulia, yang seorang duduk di sebelah kananmu, sedangkan yang lain duduk di sebelah kirimu. Malaikat yang ada di sebelah kananmu bertugas mencatat semua amal baikmu, sedangkan malaikat yang duduk di sebelah kirimu bertugas mencatat semua amal burukmu. Maka beramallah sesukamu, sedikit ataupun banyak. Apabila kamu telah mati, maka buku catatanmu itu ditutup, lalu Aku kalungkan di lehermu bersama kamu dalam kuburan, hingga kamu dibangkitkan nanti pada hari kiamat, lalu dikeluarkan bagimu sebuah kitab yang kamu jumpai dalam keadaan terbuka. Bacalah kitabmu! (Al-Isra: 14), hingga akhir ayat. Sesungguhnya demi Allah, Mahaadillah Tuhan yang menjadikan dirimu sebagai penghisab terhadap dirimu.
Ini adalah penafsiran yang terbaik diketengahkan oleh Al-Hasan Al-Basri sehubungan dengan makna ayat ini