يَا مَن يُصيخُ إِلَى دَاعي الشَقَاء، وقَد … نَادَى بِهِ الناعيَان: الشيبُ والكبَرُ …
إِنْ كُنتَ لَا تَسْمَع الذكْرَى، فَفِيمَ تُرَى … فِي رَأسك الوَاعيان: السمعُ والبَصَرُ? …
ليسَ الأصَمّ وَلَا الأعمَى سوَى رَجُل … لَمْ يَهْده الهَاديان: العَينُ والأثَرُ …
لَا الدَّهْرُ يَبْقَى وَلا الدُّنْيَا، وَلا الفَلَك الْـ … أَعْلَى وَلَا النَّيّران: الشَّمْسُ وَالقَمَرُ …
لَيَرْحَلَنّ عَن الدَّنْيَا، وَإن كَرِها فرَاقها، الثَّاوِيَانِ: البَدْو والحَضَرُ …
Hai orang yang mendengar dengan patuh kepada penyeru yang mencelakakannya, padahal dua pembela sungkawa telah berseru kepadanya, yaitu uban dan usia yang lanjut.
Jika kamu tidak dapat mendengar peringatan, maka apakah kamu tidak melihat dua peringatan yang ada pada kepalamu, yaitu pendengaran dan penglihatan.
Sesungguhnya orang yang buta dan tuli itu hanyalah seorang lelaki yang tidak dapat memanfaatkan dua pemberi petunjuknya, yaitu mata dan jejak-jejak peninggalan (umat terdahulu).
Masa tidak dapat membuatnya hidup kekal, begitu pula dunia, cakrawala yang tinggi, api, matahari, dan rembulan.
Ia pasti pergi meninggalkan dunia ini, sekalipun ia tidak menginginkannya; berpisah dengan dua tempat tinggalnya, yaitu tubuh kasar dan keramaian tempat tinggalnya