Al-Hadid, ayat 4-6

قَالَ نُعَيْم بْنُ حَمّاد، رَحِمَهُ اللَّهُ: حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ كَثِيرِ بْنِ دِينَارِ الْحِمْصِيُّ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ مُهَاجِرٍ، عَنْ عُرْوَةَ بْنُ رُوَيم، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ غَنم، عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِنَّ أَفْضَلَ الْإِيمَانِ أَنْ تَعْلَمَ أَنَّ اللَّهَ مَعَكَ حَيْثُمَا كنت”

Na’im ibnu Hammad rahimahullah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Usman ibnu Sa’Md ibnu Kasir ibnu Dinar Al-Himsi, dari Muhammad ibnu Muhajir, dari Urwah ibnu Ruwayyim, dari Abdur Rahman ibnu Ganam, dari Ubadah ibnus Samit yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Sesungguhnya iman yang paling utama ialah bila engkau mengetahui bahwa Allah selalu bersamamu di mana pun engkau berada.

Hadis ini garib.

Dan tersebutlah bahwa Imam Ahmad rahimahullah mengucapkan kedua bait syair berikut:

إِذَا مَا خَلَوْتَ الدَّهْرَ يَوْمًا فَلا تَقُلْ … خَلَوْتُ وَلَكِنْ قُلْ: عَلَيَّ رَقِيبُ …

وَلا تَحْسَبَنَّ اللهَ يَغْفَلُ سَاعَةً … وَلا أَنَّ مَا يَخْفَى عَلَيْهِ يَغِيبُ …

Jika di suatu hari engkau merasa sendirian, maka janganlah kamu anggap dirimu sendirian, tetapi resapilah oleh dirimu bahwa kamu berada dalam pengawasan Tuhan Yang Maha Mengawasi. Dan jangan sekali-kali kamu mengira Allah lalai dalam suatu saat, dan jangan pula beranggapan bahwa apa yang engkau sembunyikan itu tidak kelihatan (oleh-Nya).

*******************

Firman Allah Swt.:

{لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الأمُورُ}

Kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi. Dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan. (Al-Hadid: 5)

Yakni Dialah Yang memiliki dunia dan akhirat, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

{وَإِنَّ لَنَا لَلآخِرَةَ وَالأولَى}

dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia. (Al-Lail: 13)

Dan Dialah Yang Terpuji atas semuanya itu, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lainnya:

{وَهُوَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلا هُوَ لَهُ الْحَمْدُ فِي الأولَى وَالآخِرَةِ}

Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat. (Al-Qashash: 70)

Dan firman Allah Swt.:

{الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الآخِرَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ}

Segala puji bagi Allah yang memiliki apa yang di langit dan apa yang di bumi dan bagi-Nya (pu la) segala puji di akhirat. Dan Dialah Yang Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui. (Saba’: 1)

Maka semua yang ada di langit dan di bumi adalah milik-Nya, dan para penghuninya adalah hamba-hamba-Nya yang tunduk patuh di hadapan­Nya. Seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:

{إِنْ كُلُّ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ إِلا آتِي الرَّحْمَنِ عَبْدًا لَقَدْ أَحْصَاهُمْ وَعَدَّهُمْ عَدًّا وَكُلُّهُمْ آتِيهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَرْدًا}

Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri. (Maryam: 93-95)

Karena itulah maka disebutkan dalam surat ini oleh firman-Nya:

{وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الأمُورُ}

Dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan. (Al-Hadid: 5)

Yakni hanya kepada-Nyalah semuanya dikembalikan pada hari kiamat nanti, lalu Dia menghukumi makhluk-Nya menurut apa yang dikehendaki-Nya. Dia Mahaadil dan tidak akan lalim, tidak pula melampaui batas barang seberat zarrah pun. Bahkan jika seseorang dari mereka melakukan suatu kebaikan, Dia melipat gandakan pahalanya sampai sepuluh kali lipatnya.

{وَيُؤْتِ مِنْ لَدُنْهُ أَجْرًا عَظِيمًا}

dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar. (An-Nisa: 40)

Semakna pula dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

{وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَا حَاسِبِينَ}

Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan. (Al-Anbiya: 47)

*******************

Adapun firman Allah Swt.:

{يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ}

Dialah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. (Al-Hadid: 6)

Yaitu Dialah Yang mengatur makhluk, membolak-balikkan malam dan siang hari, dan menentukan kadar waktu masing-masing dengan kebijaksanaan-Nya menurut apa yang dikehendaki-Nya. Adakalanya malam hari berwaktu panjang dan siang hari menjadi pendek, dan adakalanya sebaliknya, adakalanya pula Dia membiarkan keduanya pertengahan. Dialah yang menjadikan musim, adakalanya musim dingin, lalu musim semi, musim panas, dan musim gugur. Semaunya itu berdasarkan kebijaksaan dan ukuran-Nya menurut apa yang dikehendaki-Nya terhadap makhluk-Nya.

{وَهُوَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ}

Dan Dia mengetahui segala isi hati. (Al-Hadid: 6)

Artinya, Dia mengetahui semua rahasia, betapapun kecil dan tersembunyinya

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.