{وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ قَوْمِ نُوحٍ}
Dan ingatlah oleh kalian di waktu Allah menjadikan kalian sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nuh. (Al-A’raf: 69)
Yaitu ingatlah oleh kalian akan nikmat Allah kepada kalian karena Dia telah menjadikan dari keturunan Nuh yang berkat doanya Allah membinasakan seluruh penduduk bumi, sebab mereka menentangnya dan mendustakannya.
{وَزَادَكُمْ فِي الْخَلْقِ بَسْطَةً}
dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakan kalian (daripada kaum Nuh itu). (Al-A’raf: 69)
Yakni Dia menjadikan tinggi perawakan kalian dan kekuatan kalian lebih daripada manusia sejenis kalian. Dengan kata lain, Allah menjadikan tubuh mereka sangat tinggi dan sangat kuat perawakannya. Pengertian ini sama dengan makna yang terkandung di dalam firman-Nya yang mengisahkan perihal Talut, yaitu:
{وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ}
dan menambahinya dengan ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa. (Al-Baqarah: 247)
{فَاذْكُرُوا آلاءَ اللَّهِ}
Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah. (Al-A’raf: 69)
Yang dimaksud dengan ala ialah nikmat-nikmat Allah dan karunia-Nya kepada kalian.
{لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ}
supaya kalian mendapat keberuntungan. (Al-A’raf: 69)
Lafaz ala adalah bentuk jamak dari Ila, tetapi menurut pendapat yang lain ia adalah bentuk jamak dari ala