Al-A’raf, ayat 65-69

{وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ قَوْمِ نُوحٍ}

Dan ingatlah oleh kalian di waktu Allah menjadikan kalian sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nuh. (Al-A’raf: 69)

Yaitu ingatlah oleh kalian akan nikmat Allah kepada kalian karena Dia telah menjadikan dari keturunan Nuh yang berkat doanya Allah membinasakan seluruh penduduk bumi, sebab mereka menentangnya dan mendustakannya.

{وَزَادَكُمْ فِي الْخَلْقِ بَسْطَةً}

dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakan kalian (daripada kaum Nuh itu). (Al-A’raf: 69)

Yakni Dia menjadikan tinggi perawakan kalian dan kekuatan kalian lebih daripada manusia sejenis kalian. Dengan kata lain, Allah men­jadikan tubuh mereka sangat tinggi dan sangat kuat perawakannya. Pengertian ini sama dengan makna yang terkandung di dalam firman-Nya yang mengisahkan perihal Talut, yaitu:

{وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ}

dan menambahinya dengan ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa. (Al-Baqarah: 247)

{فَاذْكُرُوا آلاءَ اللَّهِ}

Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah. (Al-A’raf: 69)

Yang dimaksud dengan ala ialah nikmat-nikmat Allah dan karunia-Nya kepada kalian.

{لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ}

supaya kalian mendapat keberuntungan. (Al-A’raf: 69)

Lafaz ala adalah bentuk jamak dari Ila, tetapi menurut pendapat yang lain ia adalah bentuk jamak dari ala

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.