Al-A’raf, ayat 46-47

أَنَّ مُؤْمِنِي الْجِنِّ لَهُمْ ثَوَابٌ وَعَلَيْهِمْ عِقَابٌ، فَسَأَلْنَاهُ عَنْ ثَوَابِهِمْ فَقَالَ: “عَلَى الْأَعْرَافِ، وَلَيْسُوا فِي الْجَنَّةِ مَعَ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. فَسَأَلْنَاهُ: وَمَا الْأَعْرَافُ؟ فَقَالَ: “حَائِطُ الْجَنَّةِ تَجْرِي فِيهَا الْأَنْهَارُ، وَتَنْبُتُ فِيهِ الْأَشْجَارُ وَالثِّمَارُ”.

bahwa jin yang mukmin ada yang beroleh pahala, ada pula yang beroleh siksaan. Maka kami bertanya kepadanya tentang pahala kaum jin dan kaum yang beriman dari kalangan mereka. Rasulullah Saw. menjawab, “Mereka berada di A’raf dan tidak dikumpulkan di dalam surga bersama-sama umatku.” Kemudian kami bertanya kepada beliau tentang A’raf, maka beliau Saw. menjawab, “A’raf adalah tembok surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai dan dipenuhi oleh pohon-pohon yang berbuah.” Imam Baihaqi meriwayatkannya dari Ibnu Bisyran, dari Ali ibnu Muhammad Al-Masri, dari Yusuf ibnu Yazid, dari Al-Walid ibnu Musa dengan sanad yang sama.

Sufyan As-Sauri meriwayatkan dari Khasif, dari Mujahid, bahwa penghuni A’raf adalah kaum yang saleh dan ulama fiqih.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ya’qub ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Ibnu Ulayyah. dari Sulaiman At-Taimi, dari Abu Mijlaz sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A’raf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. (Al-A’raf: 46) Abu Mijlaz mengatakan bahwa mereka adalah sejumlah malaikat yang mengenal semua ahli surga dan ahli neraka. Dan mereka menyeru penduduk surga, “Salamun ‘alaikum.” Mereka belum lagi memasukinya, sedangkan mereka ingin segera (memasukinya). Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu.” Dan orang-orang yang di atas A’raf memanggil beberapa orang (pemuka-pemuka orang kafir) yang mereka mengenalnya dengan tanda-tandanya seraya mengatakan, “Harta yang kalian kumpulkan dan apa yang selalu kalian sombongkan itu tidaklah memberi manfaat kepada kalian.” (Orang-orang di sisi A’raf bertanya kepada penghuni neraka), “Itukah orang-orang yang kalian telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?” (Al-A’raf: 46-48); Abu Mijlaz mengatakan bahwa ketika ahli surga masuk ke dalam surga, dikatakan: Masuklah ke dalam surga, tidak ada kekhawatiran terhadap kalian dan tidak (pula) kalian bersedih hati. (Al-A’raf: 49)

Sanad asar ini sahih sampai kepada Abu Mijlaz yang nama aslinya ialah Lahiq ibnu Humaid, salah seorang tabi’in.

Asar ini garib dan merupakan ucapan Abu Mijlaz sendiri, serta bertentangan dengan makna lahiriah konteks ayat. Pendapat jumhur ulama lebih diprioritaskan daripada perkataan Abu Mijlaz sendiri, karena berdasarkan makna ayat sesuai dengan pendapat yang mereka utarakan. Hal yang sama dikatakan oleh Mujahid, yaitu sesungguhnya mereka adalah kaum yang saleh lagi ulama fiqih. Tetapi di dalamnya terkandung garabah pula.

Al-Qurtubi dan lain-lainnya meriwayatkan sehubungan dengan pengertian mereka (ahli A’raf) dua belas pendapat, antara lain ada yang mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang baik-baik yang panik dalam menghadapi keadaan yang menakutkan di hari akhirat, dan mereka adalah sejumlah manusia yang melihat-lihat keadaan manusia. Menurut pendapat yang lainnya mereka (penghuni A’raf) adalah para nabi. Menurut pendapat yang lainnya lagi mereka adalah para malaikat.

*******************

Firman Allah Swt.:

{يَعْرِفُونَ كُلا بِسِيمَاهُمْ}

yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. (Al-A’raf: 46)

Ali ibnu Abu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa mereka mengenal ahli surga melalui wajahnya yang putih-putih lagi bercahaya, sedangkan ahli neraka melalui wajahnya yang hitam legam. Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ad-Dahhak dari Ibnu Abbas.

Al-Aufi meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Allah menempatkan mereka pada kedudukan tersebut agar mereka mengenal orang-orang yang berada di surga dan orang-orang yang berada di neraka. Agar mereka mengenal bahwa semua penghuni neraka itu wajahnya hitam legam, kemudian mereka meminta perlindungan kepada Allah agar Dia jangan menempatkan mereka bersama-sama orang-orang yang zalim. Tetapi dalam waktu yang sama mereka pun mengucapkan salam penghormatan kepada ahli surga. Mereka belum lagi memasukinya, sedangkan mereka ingin segera (memasukinya). (Al-A’raf: 46) Tetapi mereka akan segera memasukinya, insya Allah.

Hal yang sama dikatakan oleh Mujahid, Ad-Dahhak As-Saddi, Al-Hasan, Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam, dan lain-lainnya.

Ma’mar meriwayatkan dari Al-Hasan, bahwa ia pernah membaca firman-Nya berikut: Mereka belum lagi memasukinya, sedangkan mereka ingin segera (memasukinya). (Al-A’raf: 46) Kemudian Al-Hasan berkata, “Demi Allah, tidak sekali-kali keinginan itu timbul dalam hati mereka melainkan karena kemuliaan yang dikehendaki oleh Allah buat mereka.”

Qatadah mengatakan bahwa Allah telah menceritakan kepada kalian mengenai kedudukan mereka yang membuat mereka mempunyai keinginan tersebut.

*******************

Firman Allah Swt.:

{وَإِذَا صُرِفَتْ أَبْصَارُهُمْ تِلْقَاءَ أَصْحَابِ النَّارِ قَالُوا رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ}

Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu.” (Al-A’raf: 47)

Ad-Dahhak meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa sesungguhnya penduduk A’raf apabila melayangkan pandangannya ke arah ahli neraka dan mereka mengenalnya, mereka berkata, “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim.”

As-Saddi mengatakan, apabila penghuni A’raf bertemu dengan segolongan besar manusia yang digiring masuk ke neraka, mereka berkata, “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami bersama-sama orang-orang yang zalim.”

Ikrimah mengatakan bahwa wajah mereka diarahkan ke neraka. Tetapi bila pandangan mereka beralih kepada ahli surga, maka perasaan takut tersebut hilang dari mereka.

Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan sehubungan dengan firman Allah Swt.: Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka (Al-A’raf: 47) kemudian mereka melihat wajah penduduk neraka yang hitam legam dan mata mereka membiru. berkatalah mereka, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu.” (Al-A’raf: 47

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.