Menurut kami, pada permulaan pembahasan mengenai isti’azah (memohon perlindungan kepada Allah) telah disebutkan sebuah hadis tentang dua orang lelaki yang saling mencaci di hadapan Nabi Saw. Kemudian salah seorangnya marah, sehingga hidungnya mekar karena emosinya. Maka Rasulullah Saw. bersabda:
“إِنِّي لِأَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا لَذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُ: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ”. فَقِيلَ لَهُ، فَقَالَ: مَا بِي مِنْ جُنُونٍ
Sesungguhnya aku benar-benar mengetahui suatu kalimat, seandainya dia mengucapkannya, niscaya akan lenyaplah dari dirinya emosi yang membakarnya, yaitu: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk”.Ketika disampaikan kepada lelaki itu apa yang telah disabdakan oleh Rasulullah Saw., maka si lelaki yang emosi itu menjawab, “Saya tidak gila.”
Asal makna dari lafaz an-nazgu ialah kerusakan, penyebabnya adakalanya karena marah (emosi) atau lainnya. Sehubungan dengan pengertian ini disebutkan di dalam firman-Nya:
{وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنزغُ بَيْنَهُمْ}
Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. (Al-Isra: 53)
Makna al-‘iyaz ialah memohon perlindungan, naungan, dan pembentengan dari ulah kejahatan. Sedangkan al-malaz. pengertiannya tertuju kepada memohon kebaikan, juga pengertian memohon perlindungan. Hal ini seperti yang dikatakan oleh Al-Hasan ibnu Hani’ dalam syairnya:
يَا مَنْ ألوذُ بِهِ فيمَا أؤمِّلُه … وَمَنْ أعوذُ بِهِ مِمَّا أحَاذرُه …
لَا يَجْبر النَّاسُ عَظمًا أَنْتَ كاسرُه … وَلَا يَهِيضُون عَظمًا أَنْتَ جَابِره…
Wahai Tuhan yang aku berlindung kepada-Nya dalam memohon apa yang aku cita-citakan, dan Yang aku berlindung kepada-Nya dari semua yang aku hindari.
Tiada seorang manusia pun yang dapat menambal tulang yang telah Engkau pecahkan, dan mereka tidak akan dapat mematahkan suatu tulangpun yang telah Engkau tambal.
Mengenai hadis-hadis yang berkaitan dengan masalah isti’azah (memohon perlindungan kepada Allah) kebanyakan telah kami kemukakan, sehingga tidak perlu diulangi lagi