Al-An’am, ayat 27-30

{وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ}

dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan. (Al-An’am: 29)

Kemudian Allah Swt. berfirman:

{وَلَوْ تَرَى إِذْ وُقِفُوا عَلَى رَبِّهِمْ}

Dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya. (Al-An’am: 30)

Maksudnya dihentikan di hadapan Tuhannya.

{أَلَيْسَ هَذَا بِالْحَقِّ}

Berfirman Allah, “Bukankah (kebangkitan) ini benar?” (Al-An’am: 30)

Yakni bukankah hari berbangkit ini benar, bukan dusta seperti apa yang kalian duga sebelumnya?

{قَالُوا بَلَى وَرَبِّنَا قَالَ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ}

Mereka menjawab, “Sungguh benar, demi Tuhan kami.” Allah Ber­firman, “Karena itu, rasakanlah azab ini disebabkan kalian mengingkari (nya).” (Al-An’am: 30)

Karena dulu kalian tidak mempercayainya, maka pada hari ini rasakanlah azab itu. Lalu dikatakan kepada mereka:

{أَفَسِحْرٌ هَذَا أَمْ أَنْتُمْ لَا تُبْصِرُونَ}

Maka apakah sihir itu? Ataukah kalian tidak melihat? (At-Tur: 15

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.