{وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ}
dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan. (Al-An’am: 29)
Kemudian Allah Swt. berfirman:
{وَلَوْ تَرَى إِذْ وُقِفُوا عَلَى رَبِّهِمْ}
Dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya. (Al-An’am: 30)
Maksudnya dihentikan di hadapan Tuhannya.
{أَلَيْسَ هَذَا بِالْحَقِّ}
Berfirman Allah, “Bukankah (kebangkitan) ini benar?” (Al-An’am: 30)
Yakni bukankah hari berbangkit ini benar, bukan dusta seperti apa yang kalian duga sebelumnya?
{قَالُوا بَلَى وَرَبِّنَا قَالَ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ}
Mereka menjawab, “Sungguh benar, demi Tuhan kami.” Allah Berfirman, “Karena itu, rasakanlah azab ini disebabkan kalian mengingkari (nya).” (Al-An’am: 30)
Karena dulu kalian tidak mempercayainya, maka pada hari ini rasakanlah azab itu. Lalu dikatakan kepada mereka:
{أَفَسِحْرٌ هَذَا أَمْ أَنْتُمْ لَا تُبْصِرُونَ}
Maka apakah sihir itu? Ataukah kalian tidak melihat? (At-Tur: 15