Al-An’am; ayat 154-155

Pendapat ini semakna dengan pengertian yang terdapat di dalam firman Allah Swt. yang mengatakan:

{قَالَ يَا مُوسَى إِنِّي اصْطَفَيْتُكَ عَلَى النَّاسِ بِرِسَالاتِي وَبِكَلامِي}

Allah berfirman, “Hai Musa, sesungguhnya Aku memilih kamu lebih dari manusia yang lain (di masamu) untuk membawa risalah-Ku dan untuk berbicara langsung dengan-Ku.” (Al-A’raf: 144)

Tetapi bukan berarti terpilihnya Musa berada di atas Nabi Muhammad —penutup para nabi— dan Nabi Ibrahim Al-Khalil karena ada dalil-dalil lain yang menyanggahnya.

Ibnu Jarir mengatakan, Abu Amr ibnul Ala telah meriwayatkan dari Yahya ibnu Ya’mur bahwa Yahya ibnu Ya’mur membaca ayat ini dengan bacaan berikut: Tamaman ‘alal lazi ahsanu, dengan bacaan rafa’ yang takwil-nya ialah bagi orang-orang yang berbuat kebaikan. Kemudian Ibnu Jarir mengatakan bahwa bacaan ini tidak boleh dipakai, sekalipun menurut penilaian bahasa Arab dapat dibenarkan.

Menurut pendapat yang lain, makna yang dimaksud ialah sebagai karunia Allah untuk menambahkan karunia yang telah diberikan Allah kepadanya. Demikianlah menurut riwayat Ibnu Jarir dan Al-Bagawi, tidak ada pertentangan antara pendapat ini dengan pendapat yang pertama. Kedua pengertian tersebut digabungkan oleh Ibnu Jarir, seperti yang telah kami sebutkan.

*****

Firman Allah Swt.:

{وَتَفْصِيلا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً}

dan untuk menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk dan rahmat. (Al An’am: 154)

Di dalam makna ayat ini terkandung pujian kepada Al-Kitab yang diturunkan oleh Allah kepada mereka.

{لَعَلَّهُمْ بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ * وَهَذَا كِتَابٌ أَنزلْنَاهُ مُبَارَكٌ فَاتَّبِعُوهُ وَاتَّقُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ}

agar mereka beriman (bahwa) mereka akan menemui Tuhan mereka. Dan Al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kalian diberi rahmat. (Al-An’am: 154-155)

Makna ayat mengandung seruan untuk mengikuti Al-Qur’an yang di­anjurkan oleh Allah kepada hamba-hamba-Nya agar mereka menyukai­nya, dan memerintahkan kepada mereka untuk memikirkan maknanya, mengamalkan kandungannya, dan menyerukan orang lain untuk mengikutinya. Allah menyifati Al-Qur’an sebagai kitab yang diberkahi, yakni barang siapa yang mengikuti ajaran Al-Qur’an dan mengamalkan­nya, niscaya ia mendapat berkah di dunia dan akhirat, karena sesungguhnya Al-Qur’an adalah tali yang menghubungkan kepada Allah, tali Allah yang kuat

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.