Al-An’am, ayat 112-113

sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). (Al-An’am: 112)

Maksudnya, sebagian dari mereka membisikkan kata-kata yang indah-indah lagi penuh kepalsuan untuk menipu pendengarnya dari kalangan orang-orang yang tidak mengetahui duduk perkaranya.

{وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ}

Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerja­kannya. (Al-An’am: 112)

Yang demikian itu terjadi karena takdir Allah, keputusan, kehendak serta kemauan-Nya, bahwa setiap nabi mempunyai musuh dari kalangan mereka yang disebutkan di atas.

{فَذَرْهُمْ}

maka tinggalkanlah mereka. (Al-An’am: 112)

Maksudnya, biarkanlah mereka.

{وَمَا يَفْتَرُونَ}

dan apa yang mereka ada-adakan. (Al-An’am: 112)

Yaitu apa yang mereka dustakan. Dengan kata lain, biarkanlah gangguan mereka dan bertawakallah kepada Allah dalam menghadapi permusuhan mereka. Karena sesungguhnya Allah akan mencukupimu dan menolongmu dalam menghadapi mereka.

*****

Firman Allah Swt.:

{وَلِتَصْغَى إِلَيْهِ}

Dan (juga) agar mau mendengarnya. (Al-An’am: 113)

Yakni cenderung kepadanya. Demikianlah menurut Ibnu Abbas.

{أَفْئِدَةُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالآخِرَةِ}

hati orang-orang yang tidak beriman kepada adanya hari kemudian. (Al-An’am: 113)

Yaitu hati, akal, dan pendengaran mereka. Menurut pendapat As-Saddi, makna yang dimaksud ialah hati orang-orang kafir.

{وَلِيَرْضَوْهُ}

dan supaya mereka menyenanginya. (Al-An’am: 113)

Maksudnya, menyukai dan menghendakinya. Sesungguhnya orang-orang yang mau memperkenankan hal tersebut hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada hari akhirat. Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam firman-Nya:

{فَإِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ. مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ بِفَاتِنِينَ. إِلا مَنْ هُوَ صَالِ الْجَحِيمِ}

Maka sesungguhnya kalian dan apa-apa yang kalian sembah itu, sekali-kali tidak dapat menyesatkan (seseorang) terhadap Allah, kecuali orang-orang yang akan masuk neraka yang menyala-nyala. (Ash-Shaffat: 161-163)

{إِنَّكُمْ لَفِي قَوْلٍ مُخْتَلِفٍ. يُؤْفَكُ عَنْهُ مَنْ أُفِكَ}

Sesungguhnya kalian benar-benar dalam keadaan berbeda-beda pendapat, dipalingkan darinya (Rasul dan Al-Qur’an) orang yang dipalingkan. (ADz-Dzariyat: 8-9)

Adapun firman Allah Swt.:

وَلِيَقْتَرِفُوا مَا هُمْ مُقْتَرِفُونَ

dan supaya mereka mengerjakan apa yang mereka (setan) kerjakan. (Al-An’am: 113)

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa makna yang dimaksud ialah supaya mereka menghasilkan apa yang telah dihasilkan oleh setan-setan itu. Sedangkan menurut As-Saddi dan Ibnu Zaid ialah agar mereka mengerjakan apa yang dikerjakan oleh setan-setan itu

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.