Adz-Dzariyat, ayat 38-46

{وَأَمَّا ثَمُودُ فَهَدَيْنَاهُمْ فَاسْتَحَبُّوا الْعَمَى عَلَى الْهُدَى فَأَخَذَتْهُمْ صَاعِقَةُ الْعَذَابِ الْهُونِ}

Dan adapun kaum Samud, maka mereka telah Kami beri petunjuk, tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) dari petunjuk itu, maka mereka disambar petir azab yang menghinakan. (Fushshilat: 17)

Hal yang senada disebutkan dalam surat ini melalui firman-Nya:

{وَفِي ثَمُودَ إِذْ قِيلَ لَهُمْ تَمَتَّعُوا حَتَّى حِينٍ فَعَتَوْا عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ فَأَخَذَتْهُمُ الصَّاعِقَةُ وَهُمْ يَنْظُرُونَ}

Dan pada (kisah) kaum Samud ketika dikatakan kepada mereka.”Bersenang-senanglah kamu sampai suatu waktu.” Maka mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya, lalu mereka disambar petir, sedangkan mereka melihatnya. (Adz-Dzariyat: 43-44)

Demikian itu karena mereka menunggu-nunggu azab tersebut selama tiga hari, tetapi ternyata azab tersebut datang kepada mereka pada pagi hari yang keempatnya.

{فَمَا اسْتَطَاعُوا مِنْ قِيَامٍ وَمَا كَانُوا مُنْتَصِرِينَ}

Maka mereka sekali-kali tidak dapat bangun dan tidak pula mendapat pertolongan. (Adz-Dzariyat: 45)

Yakni mereka tidak dapat melarikan diri dan tidak dapat pula bangun dari tempatnya, mereka pun tidak mampu menolong dirinya sendiri dari azab yang menimpa mereka.

Firman Allah Swt.:

{وَقَوْمَ نُوحٍ مِنْ قَبْلُ}

dan (Kami membinasakan) kaum Nuh sebelum itu. (Adz-Dzariyat: 46)

Yaitu Kami binasakan kaum Nuh sebelum mereka.

{إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمًا فَاسِقِينَ}

Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik. (Adz-Dzariyat: 46)

Semua kisah ini telah disebutkan di berbagai tafsir surat-surat Al-Qur’an; hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.