Ad-Dukhan, ayat 17-33

Berikut ini Rasulullah Saw. penghulu manusia di dunia dan akhirat, di hari kewafatannya tiada sesuatu pun dari hal itu yang terjadi. Dan di hari kewafatan putranya (yaitu Sayyid Ibrahim) matahari mengalami gerhana. Maka orang-orang mengatakan, bahwa matahari gerhana karena kematian Ibrahim. Lalu Rasulullah Saw. mengajak mereka Salat gerhana dan berkhotbah kepada mereka, antara lain beliau Saw. menjelaskan bahwa sesungguhnya matahari dan rembulan tidaklah mengalami gerhana karena kematian seseorang atau kelahirannya.

***********

Firman Allah Swt.:

{وَلَقَدْ نَجَّيْنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنَ الْعَذَابِ الْمُهِينِ مِنْ فِرْعَوْنَ إِنَّهُ كَانَ عَالِيًا مِنَ الْمُسْرِفِينَ}

Dan sesungguhnya telah Kami selamatkan Bani Israil dari siksaan yang menghinakan, dari (azab) Fir’aun. Sesungguhnya dia adalah orang yang sombong, salah seorang dari orang-orang yang melampaui batas (Ad-Dukhan: 30-31)

Allah Swt. mengingatkan mereka kepada anugerah yang telah Dia berikan kepada mereka, karena Dia telah menyelamatkan mereka dari perlakuan Fir’aun atas diri mereka, yaitu memperbudak mereka, menjadikan mereka bangsa yang hina, dan mempekerjakan mereka untuk kerja-kerja kasar lagi berat.

Firman Allah Swt.:

{مِنْ فِرْعَوْنَ إِنَّهُ كَانَ عَالِيًا}

dari azab Fir’aun. Sesungguhnya dia adalah orang yang sombong. (Ad-Dukhan: 31)

Yakni angkuh, sewenang-wenang, lagi pengingkar kebenaran. Semakna dengan yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

{إِنَّ فِرْعَوْنَ عَلا فِي الأرْضِ }

Sesungguhnya Fir’aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi. (Al-Qashash: 4)

Dan firman Allah Swt.:

{فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا عَالِينَ}

maka mereka ini takabur dan mereka adalah orang-orang yang sombong (Al-Mu’mimun: 46)

yakni melampaui batas dalam urusannya dan lemah pendapatnya.

************

Dalam firman selanjutnya disebutkan:

{وَلَقَدِ اخْتَرْنَاهُمْ عَلَى عِلْمٍ عَلَى الْعَالَمِينَ}

Dan sesungguhnya telah Kami pilih mereka dengan pengetahuan (Kami) atas bangsa-bangsa. (Ad-Dukhan: 32)

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Kami pilih mereka dengan pengetahuan (kami) atas bangsa-bangsa. (Ad-Dukhan: 32) Yaitu di atas semua orang yang ada di zaman mereka.

Qatadah mengatakan bahwa mereka (Bani Israil) dipilih oleh Allah atas orang-orang yang semasa dengan mereka. Demikian itu karena dikatakan bahwa di setiap zaman terdapat orang yang ‘alimnya tersendiri. Pengertian ini semakna dengan apa yang disebutkan di dalam firman-Nya:

{قَالَ يَا مُوسَى إِنِّي اصْطَفَيْتُكَ عَلَى النَّاسِ}

Allah berfirman, “Hai Musa, sesungguhnya aku memilih (melebihkan) kamu dari manusia yang lain (di masamu).” (Al-A’raf: 144)

Yakni atas orang-orang yang hidup di masanya. Semakna pula dengan apa yang disebutklan oleh firman-Nya tentang Maryam a.s.:

{وَاصْطَفَاكِ عَلَى نِسَاءِ الْعَالَمِينَ}

dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yarig semasa dengan kamu). (Ali Imran: 42)

Karena sesungguhnya Siti Khadijah r.a. adakalanya lebih utama daripada dia, paling tidak menyamainya dalam keutamaan, demikian pula Asiah binti Muzahim istri Fir’aun. Dan keutamaan Siti Aisyah r.a. atas kaum wanita sama dengan keutamaan makanan Sarid atas makanan lainnya.

***********

Firman Allah Swt.:

{وَآتَيْنَاهُمْ مِنَ الآيَاتِ}

Dan Kami telah memberikan kepada mereka di antara tanda-tanda kekuasaan (Kami). (Ad-Dukhan: 33)

Yakni hujah-hujah, keterangan-keterangan dan mukjizat-mukjizat yang berbeda dengan hukum alam,

{مَا فِيهِ بَلاءٌ مُبِينٌ}

sesuatu yang di dalamnya terdapat nikmat yang nyata. (Ad-Dukhan: 33)

Maksudnya, ujian yang jelas bagi orang yang mendapat petunjuk tentang seluk-beluknya

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.