تَفْسِيرُ سُورَةِ هُودٍ
Makkiyyah, 123 Ayat. Kecuali ayat 12, 17 Dan 114 Madaniyyah. Turun sesudah Surat Yunus
قَالَ الْحَافِظُ أَبُو يَعْلَى: حَدَّثَنَا خَلَفُ بْنُ هِشَامٍ الْبَزَّارُ، حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنِ عِكْرِمة قَالَ: قَالَ أَبُو بَكْرٍ: سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا شَيّبك؟ قَالَ: ” شَيَّبَتْنِي هُودٌ، وَالْوَاقِعَةُ، وَعَمَّ يَتَسَاءَلُونَ، وَإِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ ”
Al-Hafiz Abu Ya’la mengatakan, telah menceritakan kepada kami Khalaf ibnu Hisyam Al-Bazzar, telah menceritakan kepada kami Abul Ahwas, dari Abu Ishaq, dari Ikrimah yang mengatakan bahwa Abu Bakar r.a. pernah mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang ubannya (yakni kesusahannya). Maka Rasulullah Saw. menjawab: Aku dibuat beruban (susah) oleh surat Hud, surat Al-Waqi’ah, surat An-Naba, dan surat At-Takwir.
قَالَ أَبُو عِيسَى التِّرْمِذِيُّ: حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْب مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ، حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ هِشَامٍ، عَنْ شَيْبَانَ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ أَبُو بَكْرٍ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَدْ شِبْتَ؟ قَالَ: ” شَيَّبَتْنِي هُودٌ، وَالْوَاقِعَةُ، وَالْمُرْسَلَاتُ، وَعَمَّ يَتَسَاءَلُونَ، وَإِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ “وَفِي رِوَايَةٍ: ” هُودٌ وَأَخَوَاتُهَا “.
Abu Isa At-Turmuzi mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib Muhammad ibnul Ala, telah menceritakan kepada kami Mu’awiyah ibnu Hisyam, dari Syaiban, dari Abu Ishaq, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Abu Bakar pernah bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau telah beruban.” Maka Rasulullah Saw. menjawab: Aku dibuat beruban oleh surat Hud, surat Waqi’ah, surat Mursalat, surat An-Naba, dan surat At-Takwir. Menurut riwayat lain disebutkan, “Oleh surat Hud dan saudara-saudaranya.”
قَالَ الطَّبَرَانِيُّ: حَدَّثَنَا عَبْدَانُ بْنُ أَحْمَدَ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ الْحَسَنِ، حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ سَلَّامٍ، حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” شَيَّبَتْنِي هُودٌ وَأَخَوَاتُهَا: الْوَاقِعَةُ، وَالْحَاقَّةُ، وَإِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ ” وَفِي رِوَايَةٍ: ” هُودٌ وَأَخَوَاتُهَا ”
Imam Tabrani mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Abdan ibnu Ahmad telah menceritakan kepada kami Hajjaj ibnul Hasan, telah menceritakan kepada kami Sa’id ibnu Salam, telah menceritakan kepada kami Umar ibnu Muhammad, dari Abu Hazim, dari Sahl ibnu Sa’d yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Aku telah dijadikan beruban oleh surat Hud dan saudara-saudaranya, yaitu Al-Waqi’ah, Al-Haqqah, dan Izasy Syamsu Kuwwirat (At-Takwir). Menurut riwayat lain hanya disebutkan surat Hud dan saudara-saudaranya.
Imam Tabrani telah meriwayatkannya pula melalui hadis Ibnu Mas’ud dengan lafaz yang semisal. Untuk itu, Al-Hafiz Abul Qasim Sulaiman ibnu Ahmad At-Tabrani mengatakan di dalam kitab Mu’jamul Kabir-nya bahwa:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ طَارِقٍ الرَّائِشِيُّ ، حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ ثَابِتٍ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ؛ أَنَّ أَبَا بَكْرٍ قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَا شَيَّبَكَ؟ قَالَ: ” هُودٌ، وَالْوَاقِعَةُ ”
telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Usman ibnu Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Tariq Ar-Rabisyi, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Sabit, dari Abu Ishaq, dari Abdullah ibnu Mas’ud r.a., bahwa Abu Bakar pernah bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa Engkau beruban?” Maka Rasulullah Saw. bersabda: (Karena) surat Hud dan surat Al- Waqi’ah.
Amr ibnu Sabit, hadisnya tidak dapat dipakai; dan Abu Ishaq tidak menjumpai masa Ibnu Mas’ud.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
{الر كِتَابٌ أُحْكِمَتْ آيَاتُهُ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِنْ لَدُنْ حَكِيمٍ خَبِيرٍ (1) أَلا تَعْبُدُوا إِلا اللَّهَ إِنَّنِي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ
(2) وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ وَإِنْ
تَوَلَّوْا فَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيرٍ (3) إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (4) }
Alif Lam Ra, (inilah) suatu Kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana
lagi Mahatahu, agar kalian tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira kepada kalian
dari-Nya; dan hendaklah kalian meminta ampun kepada Tuhan kalian, dan bertobatlah kepada-Nya. (Jika kalian mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan
memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepada kalian sampai kepada waktu yang telah ditentukan, dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang
mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kalian berpaling, maka sesungguhnya aku takut kalian akan ditimpa siksa di hari kiamat. Kepada Allah-lah
kembali kalian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
Dalam permulaan surat Al-Baqarah telah disebutkan perihal huruf-huruf Hijaiyah yang ada pada permulaan surat-surat Al-Qur’an, yaitu dengan keterangan yang
tidak perlu untuk diulangi lagi dalam bab ini, dan hanya kepada Allah-lah kami memohon taufik.
Firman Allah Swt.:
{أُحْكِمَتْ آيَاتُهُ ثُمَّ فُصِّلَتْ}
yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi. (Hud: 1)
Lafaznya tersusun rapi, sedangkan maknanya terinci. Dengan demikian, Al-Quran menjadi sempurna ditinjau dari segi bentuk dan maknanya.
Demikianlah menurut makna yang diriwayatkan oleh Mujahid dan Qatadah serta dipilih oleh Ibnu Jarir.
Firman Allah Swt.:
{مِنْ لَدُنْ حَكِيمٍ خَبِيرٍ}
dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana lagi Mahatahu. (Hud: 1)
Yakni yang diturunkan dari sisi Allah Yang Mahabijaksana dalam semua ucapan dan hukum-Nya, lagi Mahawaspada mengenai akibat segala urusan.
{أَلا تَعْبُدُوا إِلا اللَّهَ}
agar kalian tidak menyembah selain Allah. (Hud: 2)
Artinya, Al-Qur’an yang muhkam dan mufassal ini diturunkan agar hanya Allah sematalah yang disembah, tiada sekutu bagi-Nya. Ayat ini pengertiannya sama
dengan ayat lain yang disebutkan oleh firman-Nya:
{وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلا أَنَا فَاعْبُدُونِ}
Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, “Bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka sembahlah oleh
kamu sekalian akan Aku.” (Al-Anbiya: 25)
{وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولا أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ}
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Tagut.” (An-Nahl: 36)
*******************
Adapun firman Allah Swt.:
{إِنَّنِي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ}
Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira kepada kalian dari-Nya. (Hud: 2)
Maksudnya, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan bagi kalian dari azab Allah jika kalian menentang-Nya, dan sebagai pembawa berita gembira dengan
pahala yang berlimpah jika kalian taat kepada-Nya.
Di dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Rasulullah Saw. menaiki Bukit Safa, lalu memanggil semua puak kabilah Quraisy yang terdekat, kemudian yang masih
ada hubungan famili dengannya, hingga mereka berkumpul, lalu Rasulullah Saw. bersabda:
يَا مَعْشَرَ قُرَيْشٍ، أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَخْبَرْتُكُمْ أَنَّ خَيْلًا تُصَبِّحُكُمْ ، أَلَسْتُمْ مُصَدِّقِيَ؟ ” فَقَالُوا: مَا جَرَّبْنَا عَلَيْكَ كَذِبًا.
قَالَ: “فَإِنِّي نَذِيرٌ لَكُمْ بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٌ شَدِيدٌ”