12. SURAT YUSUF

تَفْسِيرُ سُورَةِ يُوسُفَ

Makkiyyah, 111 ayat. Kecuali ayat 1, 2, 3 dan 7 Madaniyyah Turun sesudah surat Hud

As-Sa’labi dan lain-lainnya telah meriwayatkan melalui jalur Salam ibnu Salim yang dikenal dengan julukan Salim Al-Madaini—yang orangnya berpredikat matruk (tidak terpakai hadisnya)—, dari Harun ibnu Kasir, dan Abu Hatim telah menegaskan dalam ketetapannya sebagai orang yang tidak dikenal, dari Zaid ibnu Aslam, dari ayahnya, dari Abu Umamah, dari Ubay ibnu Ka’b yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:

” عَلِّمُوا أَرِقَّاءَكُمْ سُورَةَ يُوسُفَ، فَإِنَّهُ أَيُّمَا مُسْلِمٍ تَلَاهَا، أَوْ عَلَّمَهَا أَهْلَهُ، أَوْ مَا مَلَكَتْ يَمِينُهُ، هَوَّن اللَّهُ عَلَيْهِ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ، وَأَعْطَاهُ مِنَ الْقُوَّةِ أَلَّا يَحْسِدَ مُسْلِمًا ”

Ajarkanlah kepada budak-budak kalian surat Yusuf, karena sesungguhnya seorang muslim yang membacanya atau meng­ajarkannya kepada keluarganya atau kepada budak-budak milik­nya, niscaya Allah akan memudahkan baginya dalam sakaratul maut, dan Allah memberinya kekuatan untuk tidak mempunyai rasa dengki terhadap seorang muslim pun.

Bila ditinjau dari segi jalur periwayatan ini hadis ini tidak sahih, mengingat sanadnya yang daif secara menyeluruh.

Tetapi Al-Hafiz ibnu Asakir mengetengahkannya juga secara ikut-ikutan melalui jalur Al-Qasim ibnul Hakam, dari Harun ibnu Kasir dengan sanad yang sama. Juga melalui jalur Syababah, dari Muhammad ibnu Abdul Wahid An-Nadri, dari Ali ibnu Zaid ibnu Jad’an. Juga dari Ata ibnu Abu Maimunah, dari Zur ibnu Hubaisy, dari Ubay ibnu Ka’b, dari Nabi Saw., lalu ia menyebutkan hadis yang semisal. Akan tetapi, hadis ini ditinjau dari semua jalurnya berpredikat munkar.

Imam Baihaqi di dalam kitab Dalail-nya telah meriwayatkan bahwa sejumlah orang Yahudi masuk Islam ketika mereka mendengar Rasulullah Saw. membacakan surat Yusuf ini, karena kandungannya sesuai dengan apa yang ada pada kitab mereka. Hadis ini diriwayatkan melalui Al-Kalbi, dari Abu Saleh, dari Ibnu Abbas.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

{الر تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْمُبِينِ (1) إِنَّا أَنزلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ (2) نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ هَذَا الْقُرْآنَ وَإِنْ كُنْتَ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الْغَافِلِينَ (3) }

Alif Lam Ra. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al-Qur’an) yang nyata (dari Allah). Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur’an dengan berbahasa Arab agar kalian memahaminya. Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik melalui wahyu Al-Qur’an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum itu adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui.

Adapun mengenai keterangan yang menyangkut huruf-huruf yang ada pada permulaan surat Al-Qur’an, telah dijelaskan dalam permulaan tafsir surat Al-Baqarah.

Firman Allah Swt.:

{تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ}

Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al-Qur’an). (Yusuf: 1)

Maksudnya ayat-ayat Kitab ini, yaitu Al-Qur’an yang jelas dan terang, yang mengungkapkan segala sesuatu yang samar hingga menjadi jelas dengan melalui keterangan dan penjelasannya.

{إِنَّا أَنزلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ}

Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kalian memahaminya. (Yusuf: 2)

Demikian itu karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling jelas, paling terang, paling luas, dan paling banyak perbendaharaan kata-katanya untuk mengungkapkan berbagai pengertian guna meluruskan jiwa manusia. Karena itulah Allah menurunkan Kitab-Nya yang paling mulia dengan bahasa yang paling mulia di antara bahasa-bahasa lainnya yang disampaikan-Nya kepada rasul yang paling mulia melalui perantaraan malaikat yang paling mulia. Dan penurunannya terjadi di belahan bumi yang paling mulia, serta awal penurunannya (Al-Qur’an) terjadi di dalam bulan yang paling mulia, yaitu bulan Ramadan; sehingga sempurnalah kitab Al-Qur’an ini dari berbagai seginya. Karena itulah disebutkan oleh Allah Swt. melalui firman-Nya:

{نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ هَذَا الْقُرْآنَ}

Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik melalui wahyu Al-Qur’an ini kepadamu. (Yusuf: 3)

Yakni dengan perantaraan penurunan Kami akan Al-Qur’an ini kepadamu.

Di dalam sebuah hadis disebutkan penyebab turunnya ayat ini yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir. Disebutkan bahwa telah menceritakan kepadaku Nasr ibnu Abdur Rahman Al-Audi, telah menceritakan kepada kami Hakam Ar-Razi, dari Ayyub, dari Amr (yakni Ibnu Qais Al-Mala-i), dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa para sahabat pernah berkata, “Wahai Rasulullah, alangkah baiknya seandainya engkau menceritakan kisah-kisah kepada kami.” Maka turunlah firman-Nya: Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik. (Yusuf: 3)

Ibnu Jarir meriwayatkannya pula melalui jalur lain, dari Amr ibnu Qais secara mursal.

Ibnu Jarir mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Sa’id Al-Qattan, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Muhammad, telah menceritakan kepada kami Khalid As-Saffar, dari Amr ibnu Qais, dari Amr ibnu Murrah, dari Mus’ab ibnu Sa’d, dari ayahnya yang mengatakan bahwa diturunkan kepada Nabi Saw. wahyu selama beberapa masa, dan Nabi Saw. langsung membacakannya kepada mereka (para sahabat). Maka para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, alangkah baiknya seandainya engkau bercerita tentang kisah-kisah kepada kami.” Maka Allah Swt. menurunkan firman-Nya: Alif Lam Ra. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al-Qur’an) yang nyata (dari Allah). (Yusuf: 1) Sampai dengan firman-Nya: agar kalian memahaminya. (Yusuf: 2) Kemudian Rasulullah Saw. membacakannya kepada mereka selama beberapa masa. Maka mereka berkata, “Wahai Rasulullah, alangkah baiknya seandainya engkau bercerita kepada kami.” Kemudian Allah Swt. menurunkan firman-Nya: Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik. (Az-Zumar: 23), hingga akhir ayat. Lalu Ibnu Jarir menceritakan hadis ini hingga selesai.

Imam Hakim meriwayatkannya melalui hadis Ishaq ibnu Rahawaih, dari Amr ibnu Muhammad Al-Qurasyi Al-Minqari dengan sanad yang sama.

Ibnu Jarir meriwayatkannya berikut sanadnya melalui Al-Mas’udi, dari Aun ibnu Abdullah yang mengatakan bahwa sahabat-sahabat Rasulullah Saw. merasa bosan, lalu mereka berkata, “Wahai Rasulullah, berceritalah kepada kami.” Maka Allah Swt. menurunkan firman-Nya: Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik. (Az-Zumar: 23) Kemudian mereka merasa bosan lagi untuk kedua kalinya, maka mereka berkata, “Wahai Rasulullah, ceritakanlah kepada kami suatu kisah selain hukum-hukum Al-Qur’an.” Maka Allah menurunkan firman-Nya: Alif Lam Ra. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al-Qur’an) yang nyata (dari Allah). Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kalian memahaminya. Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik. (Yusuf: 1-3), hingga akhir ayat.

Mereka bermaksud sesuatu yang berupa kisah, maka Allah menunjukkan kepada mereka kisah yang paling baik; dan mereka bermaksud suatu cerita, maka Allah menunjukkan mereka kepada cerita yang paling baik.

Sehubungan dengan makna ayat ini yang mengandung pujian terhadap Al-Qur’an —yang menyatakan bahwa Al-Qur’an sudah merupakan suatu kecukupan, tanpa memerlukan yang lainnya— maka kami ketengahkan hadis-hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad.

Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Syuraih ibnun Nu’man, telah menceritakan kepada kami Hasyim, telah menceritakan kepada kami Mujalid, dari Asy-Sya’bi, dari Jabir ibnu Abdullah, bahwa Umar ibnul Khattab datang kepada Nabi Saw. dengan membawa sebuah kitab yang ia peroleh dari salah seorang Ahli Kitab. Lalu Umar membacakannya kepada Nabi Saw. Nabi Saw. marah dan bersabda:

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.