95. SURAT AT-TIN

Firman Allah Swt:

{أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ}

Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya? (At-Tin: 8)

Yakni bukankah Dia Hakim yang paling adil, yang tidak melampaui batas dan tidak aniaya terhadap seseorang pun. Dan termasuk dari sifat adil-Nya ialah Dia
mengadakan hari kiamat, lalu orang yang dianiaya di dunia dapat membalas kepada orang yang pernah berbuat aniaya kepadanya di hari itu. Dalam pembahasan
yang lalu telah kami terangkan melalui hadis Abu Hurairah secara marfu’:

«فَإِذَا قَرَأَ أَحَدُكُمْ وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ فَأَتَى عَلَى آخِرِهَا أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحاكِمِينَ فَلْيَقُلْ بَلَى وَأَنَا عَلَى ذَلِكَ
من الشاهدين»

Apabila seseorang di antara kamu membaca Wat Tini Waz Zaituni (surat At-Tin), lalu sampai pada ayat terakhirnya, yaitu firman Allah Swt., “Bukankah Allah
Hakim yang seadil-adilnya, ” maka hendaklah ia mengucapkan, “Benar, dan aku termasuk orang-orang yang menjadi saksi atas hal tersebut.”

Demikianlah akhir tafsir surat At-Tin, dan segala puji bagi Allah atas limpahan karunia-Nya. 

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.