Kemudian Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini garib bila ditinjau dari segi jalurnya. Diriwayatkan pula dari Ayyub, Yunus ibnu Ubaid, dan Ali ibnu Zaid, mereka mengatakan bahwa Al-Hasan belum pernah mendengar dari Abu Hurairah.
Sebagian ahlul ‘ilmi menakwilkan makna hadis ini. Mereka mengatakan bahwa sesungguhnya yang dimaksud dengan ‘turun sampai kepada Allah’ ialah ilmu-Nya, kekuasaan-Nya, dan pengaruh-Nya. Karena sesungguhnya ilmu, kekuasaan, dan pengaruh Allah Swt. itu berada di mana-mana dan di semua tempat, sedangkan Dia di atas ‘Arasy, sebagaimana yang disebutkan di dalam Kitab-Nya.
Imam Ahmad meriwayatkan hadis ini melalui Syuraih, dari Al-Hakam ibnu Abdul Malik, dari Qatadah, dari Al-Hasan dan Abu Hurairah, dari Nabi Saw., lalu disebutkan hal yang semisal. Dalam riwayat ini disebutkan pula bahwa jarak dari satu bumi ke bumi lainnya adalah perjalanan tujuh ratus tahun. Disebutkan juga bahwa seandainya seseorang dari kalian menjulurkan tambang ke bumi lapis yang ketujuh, niscaya sampailah tambang itu kepada Allah. Kemudian Nabi Saw. membaca firman-Nya: Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (Al-Hadid: 3)
Ibnu Abu Hatim dan Al-Bazzar meriwayatkan hadis ini melalui Abu Ja’far Ar-Razi, dari Qatadah, dari Al-Hasan, dari Abu Hurairah, lalu disebutkan hadis yang semisal. Tetapi Ibnu Abu Hatim tidak menyebutkan bagian terakhirnya, yaitu bahwa seandainya kamu menjulurkan tambang. Akan tetapi, yang disebutkannya ialah hingga menghitung tujuh lapis bumi yang jarak antara satu lapis bumi ke lapis bumi lainnya sama dengan perjalanan lima ratus tahun. Kemudian Rasulullah Saw. membaca firman-Nya: Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, YangZahir dan YangBatin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (Al-Hadid: 3)
Dan Al-Bazzar mengatakan bahwa tiada yang meriwayatkan hadis ini dari Nabi Saw. selain Abu Hurairah.
Ibnu Jarir telah meriwayatkan dari Bisyr, dari Yazid, dari Sa’id, dari Qatadah sehubungan dengan makna firman-Nya: Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin. (Al-Hadid: 3) Telah diceritakan kepada kami bahwa ketika Nabi Saw. sedang duduk di antara para sahabatnya, tiba-tiba berlalulah di atas mereka sekumpulan awan. Maka Nabi Saw. bertanya, “Tahukah kalian, awan apakah ini?” Kemudian dilanjutkan seperti konteks yang ada pada hadis Imam Turmuzi, hanya berdasarkan riwayat ini predikat hadis adalah mursal, dan barangkali jalur inilah yang terkenal; hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.
Telah diriwayatkan pula hal ini melalui hadis Abu Zar Al-Gifari r.a. yang dikemukakan oleh Al-Bazzar di dalam kitab musnadnya, dan Imam Baihaqi di dalam Kitabul Asma Was Sifat, tetapi sanadnya masih perlu diteliti dan di dalam matannya terdapat hal yang garib dan munkar; dan hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.
Ibnu Jarir sehubungan dengan firman-Nya: dan seperti itu pula bumi. (Ath-Thalaq: 12) telah mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Ibnu Abdul A’la, telah menceritakan kepada kami Ibnu Saur, dari Ma’mar, dari Qatadah yang mengatakan bahwa empat malaikat bersua di antara langit dan bumi. Sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain, “Dari manakah kamu datang?” Seseorang dari mereka menjawab, “Tuhanku telah mengutusku dari langit yang ketujuh dan Dia kutinggalkan di sana.” Kemudian yang lainnya berkata, “Tuhanku telah mengutusku dari bumi yang ketujuh, dan Dia kutinggalkan di sana.” Yang lainnya berkata, “Tuhanku telah mengutusku dari arah timur dan Dia kutinggalkan di sana.” Dan yang lainnya lagi berkata, “Tuhanku telah mengutusku dari arah barat dan Dia kutinggalkan di sana.” Hadis ini garib sekali, dan adakalanya hadis yang pertama tadi mauquf hanya. sampai pada Qatadah, sebagaimana pula hadis ini, yaitu dari perkataan Qatadah sendiri; dan hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui