52. SURAT ATH-THUR

قَالَ الْحَافِظُ أَبُو بَكْرٍ الْإِسْمَاعِيلِيُّ: حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ رَاهَوَيْهِ، عَنْ يَزِيدَ -وَهُوَ ابْنُ هَارُونَ-عَنِ الْعَوَّامِ بْنِ حَوْشَبٍ، حَدَّثَنِي شَيْخٌ مُرَابِطٌ قَالَ: خَرَجْتُ لَيْلَةً لِحَرَسِي لَمْ يَخْرُجْ أَحَدٌ مِنَ الْحَرَسِ غَيْرِي، فَأَتَيْتُ الْمِينَاءَ فَصَعِدْتُ، فَجَعَلَ يُخَيَّلُ إليَّ أَنَّ الْبَحْرَ يُشْرِفُ يُحَاذِي رُءُوسَ الْجِبَالِ، فُعِلَ ذَلِكَ مِرَارًا وَأَنَا مُسْتَيْقِظٌ، فَلَقِيتُ أَبَا صَالِحٍ فَقَالَ: حَدَّثَنَا عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَا مِنْ لَيْلَةٍ إِلَّا وَالْبَحْرُ يُشْرِفُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، يَسْتَأْذِنُ اللَّهَ أَنْ يَنْفَضِخَ عَلَيْهِمْ، فَيَكُفُّهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ”.

Al-Hafiz Abu Bakar Al-Ismaili mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Sufyan, dari Ishaq ibnu Rahawaih, dari Yazid ibnu Harun, dari Al-Awam ibnu Hausyab, telah menceritakan kepadaku seorang syekh yang sedang berjaga-jaga, bahwa di suatu malam ia berjaga di posnya; tiada seorang penjaga pun yang keluar di malam itu selain dirinya. Lalu ia mendatangi pelabuhan dan menaiki tempat yang tinggi. Maka diilusikan kepadanya bahwa seakan-akan laut muncul hingga ketinggiannya menyamai puncak-puncak bukit. Hal itu terjadi selama berkali-kali, padahal aku dalam keadaan berjaga (tidak tidur). Maka ia menemui Abu Saleh (dan menanyakan kejadian itu kepadanya), lalu Abu Saleh berkata bahwa telah menceritakan kepada kami Umar ibnul Khattab, bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Tiada suatu malam pun melainkan laut mengalami pasang sebanyak tiga kali meminta izin kepada Allah Swt. untuk membanjiri (menenggelamkan) mereka, tetapi Allah Swt. mencegahnya.

Di dalam sanad hadis ini terdapat seorang lelaki yang tidak dikenal lagi tidak disebutkan namanya.

*******************

Firman Allah Swt.:

{إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ لَوَاقِعٌ}

Sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi. (Ath-Thur: 7)

Ini adalah subjek dari sumpah, artinya benar-benar pasti terjadi terhadap orang-orang kafir. Seperti yang disebutkan dalam ayat selanjutnya:

{مَا لَهُ مِنْ دَافِعٍ}

tidak seorang pun yang dapat menolaknya. (Ath-Thur: 8)

Yakni tiada seorang pun yang dapat menolak azab itu dari mereka, jika Allah menghendakinya terhadap mereka.

Al-Hafiz Abu Bakar ibnu Abud Dunia mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Daud, dari Saleh Al-Murri, dari Ja’far ibnu Zaid Al-Abdi yang mengatakan bahwa Khalifah Umar r.a. keluar di suatu malam untuk meninjau kota Madinah. Lalu ia melewati rumah seorang muslim yang secara kebetulan sedang berdiri mengerjakan salatnya, maka Umar r.a. berhenti mendengarkan bacaannya. Lelaki itu membaca firman-Nya: Demi bukit. (Ath-Thur: 1) sampai dengan firman Allah Swt.: sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi, tidak seorang pun yang dapat menolaknya. (Ath-Thur: 7-8) Lalu Umar berkata, “Demi Tuhan Yang memiliki Ka’bah, ini adalah sumpah yang hak (benar).” Lalu Umar turun dari keledainya dan ber­sandar pada dinding dan diam dalam waktu yang cukup lama. Kemudian pulang ke rumahnya, sesudah itu ia tinggal di rumahnya selama sebulan, dijenguk oleh banyak orang tanpa mereka ketahui apa penyebab sakitnya.

Imam Abu Ubaid di dalam kitab Fadailul Qur’an mengatakan telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Saleh, telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Hassan, dari Al-Hasan, bahwa Umar r.a. membaca firman-Nya: sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi, tidak seorang pun yang dapat menolaknya. (Ath-Thur: 7-8) Maka Umar pun sakit keras karenanya selama dua puluh hari, yang selama itu banyak orang menjenguknya.

*******************

Firman Allah Swt.:

{يَوْمَ تَمُورُ السَّمَاءُ مَوْرًا}

pada hari ketika langit benar-benar berguncang. (Ath-Thur: 9)

Ibnu Abbas dan Qatadah mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah pada hari ketika langit berguncang. Diriwayatkan pula dari Ibnu Abbas r.a. bahwa yang dimaksud ialah mengalami keretakan-keretakan.

Mujahid mengatakan, makna yang dimaksud ialah berputar-putar, Ad-Dahhak mengatakan langit bergerak-gerak dan berputar karena diperintahkan oleh Allah Swt. dan sebagian darinya mengguncang sebagian yang lain. Inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir, bahwa yang dimaksud dengan mauran ialah gerakan yang berputar-putar. Lalu Abu Ubaidah alias Ma’mar ibnul Musanna menyitir suatu bait syair Al-A’sya:

كَأَنَّ مشْيَتَها مِنْ بيتِ جَارتها … مَورُ السَّحَابَةِ لَا رَيْثٌ وَلَا عَجَلُ

Seakan-akan cara jalan si dia (kekasihnya) dari rumah tetangganya bagaikan gerakan awan, tidak pelan dan tidak pula cepat.

*******************

Firman Allah Swt.:

{وَتَسِيرُ الْجِبَالُ سَيْرًا}

dan gunung benar-benar berjalan. (Ath-Thur: 10)

Yakni lenyap dari tempatnya dan menjadi debu serta meledak dengan sehebat-hebatnya.

{فَوَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ}

Maka kecelakaan yang besarlah di hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. (Ath-Thur: 11)

Artinya, celakalah mereka karena azab dan pembalasan serta siksaan Allah yang ditimpakan kepada mereka.

{الَّذِينَ هُمْ فِي خَوْضٍ يَلْعَبُونَ}

(yaitu) orang-orang yang bermain-main dalam kebatilan. (Ath-Thur: 12)

Mereka selama hidup di dunia tenggelam di dalam kebatilannya dan menjadikan agama mereka sebagai main-mainan dan olok-olokan.

{يَوْمَ يُدَعُّونَ}

pada hari mereka didorong. (Ath-Thur: 13)

Maksudnya, didorong dan digiring.

{إِلَى نَارِ جَهَنَّمَ دَعًّا}

ke neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya. (Ath-Thur: 13)

Mujahid, Asy-Sya’bi, Muhammad ibnu Ka’b, Ad-Dahhak, As-Saddi, dan As-Sauri mengatakan bahwa mereka didorong ke dalam neraka dengan sekuat-kuatnya.

{هَذِهِ النَّارُ الَّتِي كُنْتُمْ بِهَا تُكَذِّبُونَ}

(Dikatakan kepada mereka), ‘Inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya.” (Ath-Thur: 14)

Malaikat Zabaniyah atau juru siksa mengatakan hal tersebut kepada mereka sebagai cemoohan dan kecaman.

{أَفَسِحْرٌ هَذَا أَمْ أَنْتُمْ لَا تُبْصِرُونَ اصْلَوْهَا}

Maka apakah ini sihir? Ataukah kamu tidak melihat. Masuklah kamu ke dalamnya (rasakanlah panas apinya). (Ath-Thur: 15-16)

Yaitu masukilah neraka ini dan rasakanlah panas apinya yang membakar kalian dari semua arah.

{فَاصْبِرُوا أَوْ لَا تَصْبِرُوا سَوَاءٌ عَلَيْكُمْ}

maka baik kamu bersabar atau tidak, sama saja bagimu. (Ath-Thur: 16)

Yakni baik kamu bersabar mengalami azab dan siksanya ataukah tidak sabar, tiadajalan lain bagi kalian darinya dan kalian tidak dapat menghindar darinya.

{إِنَّمَا تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ}

sesungguhnya kamu hanya diberi apa yang telah kamu kerjakan. (Ath-Thur: 16)

Allah tidak akan berbuat aniaya terhadap seorang pun, bahwa masing-masing mendapat balasan sesuai amal perbuatannya

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.