Arsip Kategori: Tafsir Jalalain

050. Qs. Qaaf : 41-45

041. (Dan dengarkanlah) hai orang yang diajak bicara akan seruan-Ku ini (pada hari penyeru menyeru) yakni malaikat Israfil (dari tempat yang dekat) dari langit, yaitu dari atas Kubbah Shakhr di Baitulmakdis, karena tempat itu yang paling dekat dengan langit. Ia … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |

051. Qs. Adz-Dzaariyaat : 1-20

001. (Demi yang menerbangkan debu) yakni angin dan lain-lainnya (dengan sekuat-kuatnya) adalah Mashdar, yang diambil dari kata: Tudzriihi Dzaryan, artinya angin itu menerbangkannya. 002. (Dan demi awan yang mengandung) awan yang membawa air (hujan) yakni beban berupa air hujan, berkedudukan … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |

051. Qs. Adz-Dzaariyaat : 21-40

021. (Dan juga pada diri kalian sendiri) terdapat pula tanda-tanda yang menunjukkan kekuasaan dan keesaan-Nya, yaitu mulai dari permulaan penciptaan kalian hingga akhirnya, dan di dalam susunan penciptaan kalian terkandung pula keajaiban-keajaiban. (Maka apakah kalian tidak memperhatikan?) akan hal tersebut … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |

051. Qs. Adz-Dzaariyaat : 41-60

041. (Dan juga pada) kisah pembinasaan kaum (Ad) terdapat tanda yang dijadikan sebagai pelajaran (ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan) yaitu angin yang sama sekali tidak membawa kebaikan, karena tidak membawa air hujan dan tidak dapat menyerbukkan pohon-pohon, … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |

052. Qs. Ath-Thuur : 1-20

001. (Demi Thur) Thur nama sebuah bukit tempat Allah berfirman secara langsung kepada Nabi Musa. 002. (Dan demi Kitab yang ditulis). 003. (Pada lembaran yang terbuka) yakni kitab Taurat atau kitab Alquran. 004. (Dan demi Baitulmakmur) yang berada di langit … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |

052. Qs. Ath-Thuur : 21-40

021. (Dan orang-orang yang beriman) berkedudukan menjadi Mubtada (dan mereka diikuti) menurut suatu qiraat dibaca Wa-atba’naahum yakni, Kami ikutkan kepada mereka, Di’athafkan kepada lafal Amanuu (oleh anak cucu mereka) menurut suatu qiraat dibaca Dzurriyyatahum, dalam bentuk Mufrad; artinya oleh keturunan … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |

052. Qs. Ath-Thuur : 41-49

041. (Apakah ada pada sisi mereka pengetahuan tentang yang gaib) mengetahui hal yang gaib (lalu mereka menuliskannya?) sehingga mereka mampu untuk menentang Nabi saw dalam masalah hari berbangkit dan perkara-perkara akhirat sesuai dengan dugaan mereka. 042. (Ataukah mereka hendak melakukan … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |

053. Qs. An-Najm : 1-20

001. (Demi bintang) yaitu bintang Tsurayya (ketika terbenam) sewaktu terbenam. 002. (Kawanmu tidak sesat) artinya, Nabi Muhammad saw. tidak sesat dari jalan petunjuk (dan tidak pula keliru) tidak pula salah, yang dimaksud adalah dia tidak bodoh tentang akidah yang rusak. … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |

053. Qs. An-Najm : 21-40

021. (“Apakah patut untuk kalian anak laki-laki dan untuk Allah -anak perempuan”). 022. (Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil) pembagian yang lalim; berasal dari lafal Dhaazahu Yadhiizuhu, artinya berlaku aniaya dan melampaui batas. 023. (Itu tidak lain) … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |

053. Qs. An-Najm : 41-60

041. (Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna”) pembalasan yang paling lengkap. Diambil dari asal kata, Jazaituhu Sa’yahu atau Bisa’yihi, artinya, “Aku memberikan balasan terhadap usahanya, atau aku memberikannya balasan atas usahanya.” Dengan kata lain lafal Jazaa … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |