Arsip Kategori: Tafsir Jalalain

018. Qs. Al-Kahfi : 61-80

061. (Maka tatkala keduanya sampai ke pertemuan dua buah laut itu) yakni tempat bertemunya kedua laut itu (mereka berdua lupa akan ikannya) Yusya’ lupa membawanya ketika berangkat, Nabi Musa pun lupa mengingatkannya (maka ia mengambil) yakni ikan itu melompat untuk … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |

018. Qs. Al-Kahfi : 81-100

081. (Dan kami menghendaki, supaya menggantikan bagi kedua orang tuanya) dapat dibaca Yubaddilahuma atau Yubdilahuma (Rabbnya dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya daripada anaknya itu) artinya lebih baik dan lebih bertakwa (dan lebih) daripada anaknya itu (dalam kasih sayangnya) … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |

018. Qs. Al-Kahfi : 101-110

101. (Yaitu orang-orang yang matanya) menjadi Badal atau kata ganti dari lafal Al-Kaafiriina yang pada ayat sebelumnya (dalam keadaan tertutup dari memperhatikan ayat-yat-Ku) yakni Alquran, karenanya mereka buta tidak dapat mengambil petunjuk darinya (dan adalah mereka tidak sanggup mendengar) artinya, … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |

019. Qs. Maryam : 1-20

001. (Kaf Ha Ya ‘Ain Shad) hanya Allah yang mengetahui maksudnya. 002. Ini adalah (penjelasan tentang rahmat Rabb kamu kepada hamba-Nya) lafal ‘abdahu menjadi Maf’ul dari Rahmah (Zakaria) sebagai penjelasan dari kata ‘hamba’ tadi. 003. (Yaitu tatkala) lafal Idz berta’alluq … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |

019. Qs. Maryam : 21-40

021. (Jibril berkata,) perkaranya memang (“Demikianlah.”) yaitu akan diciptakan bagimu seorang anak laki-laki tanpa ayah (Rabbmu berfirman, “Hal itu adalah mudah bagi-Ku) yaitu dengan cara Aku memerintahkan kepada malaikat Jibril supaya meniup dirimu, lalu karena itu kamu mengandung. Mengingat kalimat … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |

019. Qs. Maryam : 41-60

041. (Dan ceritakanlah) kepada mereka (tentang Ibrahim di dalam Al-Kitab ini) Alquran, yaitu tentang kisahnya. (Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan) seorang yang sangat jujur dalam keimanannya (lagi seorang nabi) hal ini dijelaskan dalam ayat selanjutnya. 042. (Yaitu ketika … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |

019. Qs. Maryam : 61-80

061. (Yaitu surga Adn) menjadi tempat tinggal mereka. Lafaz ‘Adn menjadi Badal daripada lafal Jannatin (yang telah dijanjikan oleh Tuhan Yang Maha Pemurah kepada hamba-hamba-Nya, sekalipun surga itu tidak tampak). Lafal Bil Ghaibi menjadi Hal, maksudnya walaupun surga itu tidak … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |

019. Qs. Maryam : 81-98

081. (Dan mereka telah mengambil) orang-orang kafir Mekah (selain dari Allah) yakni berhala-berhala (sebagai tuhan-tuhan) yang mereka sembah (agar tuhan-tuhan itu menjadi pelindung bagi mereka) maksudnya memberikan syafaat kepada mereka di hadapan Allah supaya mereka jangan diazab oleh-Nya. 082. (Sekali-kali … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |

020. Qs. Thaahaa : 1-20

001. (Tha Ha) hanya Allahlah yang mengetahui maksudnya 002. (Kami tidak menurunkan Alquran ini kepadamu) hai Muhammad (agar kamu menjadi susah) supaya kamu letih dan payah disebabkan apa yang kamu kerjakan sesudah ia diturunkan, sehingga kamu harus berkepanjangan berdiri di … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |

020. Qs. Thaahaa : 21-40

021. (Allah berfirman, “Peganglah ia dan jangan takut) kepadanya (Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya) lafal Siiratahaa dinashabkan dengan mencabut huruf Jarnya, maksudnya ke dalam bentuknya (yang semula) kemudian Nabi Musa memasukkan tangannya ke mulut ular besar itu, maka kembalilah kepada … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |